Apa Itu Clogging?

Clogging adalah kondisi dimana filamen tidak dapat keluar dari nozzle karena tersumbat sesuatu. Bayangkan Anda sedang mencetak suatu model yang cukup besar tetapi tiba-tiba mengalami clogging. Tanda-tanda yang diberikan apabila terjadi clogging pada printer 3D Anda adalah suara knocking/clicking pada motor extruder. Terlihat spool filamen tidak berputar, filamen tidak terdorong masuk, dan nozzle Anda hanya melayang-layang di udara tanpa mengeluarkan apapun. Satu dari banyak mimpi buruk pengguna printer 3D. Namun, jangan kuatir, di sini akan kita bahas apa saja yang menjadi penyebab clogging dan cara “mengobati apabila sudah terlanjur terjadi.

Baca juga kendala lain pada printer 3D terkait:

Mengatasi Stringing pada Pencetakan 3D

Under Extrusion dan Over Extrusion

Cetakan 3D Tidak Menempel di Bed

Penyebab Clogging

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan clogging pada printer 3D:

Posisi Heatbed yang Terlalu Rapat

Seperti yang Anda ketahui, nozzle harus berada pada ketinggian yang benar dari permukaan heatbed agar dapat mencetak objek.

Jika nozzle terlalu tinggi, bahan cetak harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mencapai permukaan. Jarak yang lebih jauh ini diterjemahkan menjadi suhu yang lebih dingin. Hasilnya adalah filamen kemungkinan akan mengalami kesulitan melekat.

Tetapi jika nozzle terlalu rendah, beberapa hal yang tidak diinginkan akan terjadi. Pertama, tidak akan ada ruang yang cukup antara nozzle dan permukaan cetak untuk memungkinkan bahan untuk diekstrusi dengan benar. Ini akan membuat filamen tersebar gepeng di seluruh permukaan.

Kedua, ruang yang tidak cukup antara nozzle dan permukaan akan mulai menyebabkan ekstrusi retrograde – material akan mulai kembali ke nozzle, akhirnya menyebabkan clogging.

Perbaikan untuk masalah ini adalah memastikan heat bed diratakan dengan benar dan koordinat Z awal Anda cukup untuk memungkinkan ruang yang cukup untuk ekstrusi yang tepat.Secara umum, koordinat Z Anda tidak boleh lebih tinggi dari diameter atau lebih rendah dari 1/4 diameter nozzle.

Ini akan memungkinkan nozzle mempertahankan sedikit tekanan ke bagian atas filamen yang diekstrusi yang akan meningkatkan adhesi sambil menghindari ekstrusi retrograde.

Temperatur Kurang Tepat

Suhu cetak yang benar sangat penting untuk keberhasilan pencetakan dan kinerja printer. Jika suhu ujung panas Anda terlalu rendah, bahan cetak Anda tidak akan meleleh dengan benar.Ini dapat menyebabkan material mulai melekat ke permukaan bagian dalam nozzle. Ini menyebabkan tekanan menumpuk di print head. Akhirnya, motor ekstrusi tidak dapat memasukkan filamen ke print head dan sebelum Anda menyadarinya, nozzle printer 3D Anda tersumbat.

Baca juga Filamen Printer 3D: PLA, ABS, PETG, TPU, Nylon.

Selain itu, mencetak pada suhu yang terlalu tinggi, terutama dengan PLA, dapat menyebabkan Anda mengalami apa yang dikenal sebagai heat creep. Pada dasarnya, heat creep terjadi ketika suhu yang lebih tinggi naik dari hot end ke atas.

Hal ini menyebabkan area leleh juga ikut naik, melunakkan dan melelehkan bahan cetak sebelum ujung nozzle ekstruder. Filamen yang lunak meningkatkan jumlah tekanan yang dibutuhkan untuk ekstrusi. Karena suhu cetak Anda lebih rendah, akhirnya motor ekstrusi tidak dapat mengimbangi dan nozzle akan tersumbat.

Anda dapat menghindari masalah ini dengan selalu memeriksa untuk memastikan bahwa pencetakan Anda pada suhu yang disarankan untuk bahan yang Anda gunakan.

Kualitas Filamen yang Buruk

Tidak semua filamen dibuat sama. Filamen berkualitas rendah tidak melalui tes toleransi yang ketat. Ini dapat menghasilkan produk akhir yang memiliki lebar berbeda di seluruh untaian filamen.

Segmen filamen yang memiliki diameter lebih tebal tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk meleleh, tapi juga akan lebih sulit untuk dikeluarkan dan dapat menyebabkan clogging, meskipun harus diakui ini jarang terjadi.

Ada cara mudah untuk memeriksa kualitas konsistensi ekstrusi dengan filamen yang Anda gunakan. Ambil kaliper dan periksa diameter filamen Anda di beberapa titik berbeda.

Jika Anda menemukan penyimpangan yang signifikan dari spesifikasi diameter yang diiklankan, mungkin sudah saatnya untuk mulai berpikir tentang mendapatkan filamen Anda dari sumber yang berbeda.

Bukan hanya toleransi yang tidak konsisten yang dapat menyebabkan masalah dengan filamen yang murah dan berkualitas rendah – seperti yang disebutkan sebelumnya kemurnian bahan baku juga merupakan masalah besar yang sering diabaikan.

Debu dan Kotoran

Terlepas dari upaya terbaik Anda, debu dan kotoran masih bisa melekat pada filamen Anda dan membawanya ke hot end. Sesampai di sana, mereka terbakar di nozzle dan mulai menempel ke permukaan bagian dalam nozzle sebagai karbon.

Ketika karbon yang cukup menumpuk di bagian dalam nozzle, ia dapat mulai mempersempit lebar bukaan nozzle, serta mulai menghambat aliran bahan cetak.Hasil akhirnya bisa terjadi clogging. Kita akan membahas perbaikan untuk masalah ini di bagian selanjutnya.

“Obat” untuk Clogging

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengobati clogging pada printer 3D apabila sudah terlanjur terjadi.

Metode Cold Pull / Atomic

Perbaikan ini dinamai metode “atomik” karena menggunakan filamen untuk membersihkan kotoran karbon yang terbentuk lainnya dari ujung atas. Ini adalah trik yang sangat efektif jika Anda memiliki partikel atau karbon yang terbentuk di lubang nozzle.

Langkah pertama adalah sekali lagi membalikkan bahan cetak dari print head. Selanjutnya, lepaskan clamp yang memegang bowden tube ke print head dan tarik tabung dengan lembut.

Selanjutnya, panaskan print head ke suhu bahan yang terakhir Anda gunakan. Saat kepala memanas, potong sekitar 30cm filamen dari gulungan. Masukkan sepenuhnya ke dalam print head. Berikan sedikit tekanan sampai bahan mulai keluar dari nozzle atau tidak bisa dimasukkan lebih jauh. Turunkan suhu print head menjadi sekitar 145C untuk nilon atau bahan suhu lebih tinggi lainnya, 110C untuk ABS dan 90C untuk PLA.

Tunggu print head dingin hingga suhu yang diinginkan dan kemudian dengan cepat tarik filamen keluar dari print head. Tarikan yang muncul kadang berat, tapi itu adalah hal yang wajar. Tujuannya adalah untuk memiliki ujung yang bersih saat Anda mengeluarkan filamen tadi. Ulangi proses ini sesuai kebutuhan sampai ujung material yang dilepas bersih.

Jarum Pembersih

Akhir-akhir ini, jarum pembersih sudah menjadi salah satu alat yang ada dalam pembelian suatu printer 3D baru.

Proses pembersihannya pun cukup mudah. Panaskan hot end sesuai dengan material terakhir yang digunakan. Dengan memakai tang, masukkan ujung jarum ke dalam nozzle kemudian putar-putar. Selanjutnya keluar masukan jarum agar material yang menyebabkan clogging sedikit demi sedikit dapat terbuang. Metode ini dapat dikombinasikan dengan cold pull untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Penggunaan Zat Pelarut

Beberapa filamen bisa dilarutkan menggunakan cairan tertentu. Sifat ini yang kita manfaatkan dalam mengobati clogging. Caranya cukup mudah. Lepaskan hot end, rendam pada larutan yang dapat melarutkan filamen tersebut. Sebagai contoh, ABS akan larut dalam acetone.

Setelah berapa lama, diharapkan clogging akan mulai luntur dan mudah dibersihkan menggunakan jarum pembersih. Jiika dirasa kurang, metode ini dapat diulang beberapa kali sampai Anda mendapatkan hasil yang memuaskan.

Namun, ada kalanya semua hal di atas tidak dapat menyelesaikan masalah clogging pada printer 3D Anda. Mungkin ini saat Anda untuk merelakannya dan membeli yang baru. Tak pernah salah untuk selalu menyiapkan 1 cadangan dari tiap part yang Anda gunakan.

sumber: rigid.ink