Apakah under extrusion dan over extrusion itu? Seperti apa bentuknya? Bagaimana cara mengatasinya?

Under Extrusion

Setiap profil yang ada pada slicer mencakup pengaturan yang digunakan untuk menentukan berapa banyak plastik yang harus dikeluarkan oleh printer 3D. Namun, karena printer 3D tidak memberikan umpan balik tentang berapa banyak plastik yang benar-benar meninggalkan nozzle, mungkin saja ada lebih sedikit plastik yang keluar dari nozzle daripada yang diperkirakan oleh perangkat lunak (atau dikenal sebagai under extrusion).

Jika ini terjadi, Anda mulai melihat celah antara ekstrusi yang berdekatan dari setiap lapisan. Cara yang paling dapat diandalkan untuk menguji apakah printer Anda mengekstrusi cukup plastik adalah dengan mencetak kubus sederhana dengan ukuran 20x20x20 mm dengan sekurang-kurangnya 3 garis batas perimeter. Di bagian atas kubus, periksa untuk melihat apakah 3 perimeter terikat erat atau tidak. Jika ada kesenjangan atau jarak antara 3 perimeter, maka Anda sedang mengalami under extrusion.

Jika 3 perimeter menyentuh dan tidak memiliki celah, maka Anda kemungkinan menghadapi masalah yang berbeda. Jika Anda sudah menentukan bahwa masalah yang Anda hadapi adalah under extrusion, ada beberapa kemungkinan penyebabnya, yang akan kita bahas setelah ini.

Over Extrusion

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, perangkat lunak slicer secara konstan bekerja bersama dengan printer Anda untuk memastikan bahwa nozzle Anda mengeluarkan jumlah plastik yang benar. Ekstrusi yang presisi ini merupakan faktor penting dalam mencapai kualitas cetak yang baik. . Jika pengaturan ekstrusi Anda tidak dikonfigurasikan dengan benar, printer mungkin mengeluarkan lebih banyak plastik dari yang diperkirakan oleh perangkat lunak.

Ekstrusi berlebih ini akan menghasilkan plastik berlebih yang dapat merusak dimensi luar bagian Anda. Inilah kondisi kebalikan dari under extrusion, yaitu over extrusion. Untuk mengatasi masalah ini, hanya ada beberapa pengaturan yang perlu Anda verifikasi di dalam slicer. Penanganan over extrusion menggunakan parameter yang sama dengan under extrusion, hanya berlawanan arah saja. Maksudnya bagaimana?

Mari kita mulai, Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan under extrusion dan over extrusion pada pencetakan 3D.

Baca juga:

Mengatasi Stringing pada Pencetakan 3D

Penyebab Clogging Pada Printer 3D

Ukuran Diameter Filamen

Hal pertama yang Anda ingin verifikasi adalah bahwa perangkat lunak slicer mengetahui diameter filamen yang Anda gunakan. Anda dapat menemukan pengaturan ini sesuai dengan tab yang ada pada slicer Anda. Periksa untuk memastikan bahwa nilai ini cocok dengan filamen yang Anda beli. Anda bahkan mungkin ingin mengukur sendiri filamen Anda menggunakan jangka sorong / kaliper untuk memastikan bahwa Anda benar-benar memiliki diameter yang benar yang ditentukan dalam perangkat lunak.

Nilai yang paling umum untuk diameter filamen adalah 1.75mm dan 2.85mm. Pada roll filamen yang Anda beli pun biasanya terdapat informasi diameter filamen. Jangan sampai pada pengaturan slicer digunakan nilai 2.85mm padahal filamen yang Anda beli berukuran 1.75mm.

Namun, jika Anda ingin lebih akurat, dapat pula dimasukkan nilai rata-rata dari pengukuran manual yang Anda lakukan. Misal dalam 1 meter Anda memiliki pengukuran dengan nilai 1.75, 1.74, 17.5, 1.74, 1.76, dan 1.74mm, mungkin Anda bisa memasukkan nilai 1.74mm sebagai nilai baru diameter filamen Anda.

Extrusion Multiplier

Jika diameter filamen Anda benar, tetapi Anda masih melihat masalah dengan ekstrusi, maka Anda perlu menyesuaikan extrusion multiplier Anda. Ini adalah pengaturan yang sangat berguna di slicer yang memungkinkan Anda untuk dengan mudah memodifikasi jumlah plastik yang diekstrusi (atau dikenal sebagai laju aliran). Anda dapat menemukan pengaturan ini dengan mencarinya pada tab Extruder atau Filament Flow sesuai dengan slicer masing-masing.

Setiap ekstruder pada printer Anda dapat memiliki nilai extrusion multiplier yang berbeda, jadi jika Anda mencoba untuk memodifikasi laju aliran untuk ekstruder tertentu, pastikan untuk memilihnya dari daftar di sebelah kiri untuk memuat pengaturan untuk ekstruder itu. Sebagai contoh, jika extrusion multiplier Anda adalah 1,0 sebelumnya dan Anda mengubahnya menjadi 1,05, itu berarti Anda akan mengekstrusi 5% lebih banyak plastik daripada sebelumnya.

PLA biasanya mencetak dengan pengganda ekstrusi dekat 0,9, sedangkan ABS cenderung memiliki pengganda ekstrusi lebih dekat ke 1,0. Coba tingkatkan extrusion multiplier Anda sebesar 5%, lalu cetak ulang kubus uji untuk melihat apakah Anda masih memiliki celah di antara perimeter Anda. Atau sebaliknya, jika lapisan luar terlihat tidak rapi atau berantakan, Anda bisa mengurangi extrusion multiplier menjadi 0.95.

Penyebab Lain?

Selain 2 hal di atas, apakah ada penyebab lain yang dapat memunculkan under extrusion dan over extrusion? Masih ada, seperti contohnya ukuran nozzle yang berubah/ tidak tepat, bowden tube yang kurang rapat, dan kurang tepatnya gear ratio pada extruder. Namun, hal-hal dapat diatasi dengan extrusion multiplier tanpa harus mengubah perangkat keras terkait.

Demikian beberapa hal yang dapat menyebabkan munculnya under extrusion dan over extrusion pada pencetakan 3D Anda. Semoga hal tersebut dapat menjadi solusi atas kendala yang Anda alami.

sumber: simplify3D.com